
Keamanan dan hukum · 2026
Keamanan DeepNude: risiko pada data, pada uang, dan di hadapan hukum
Tiga risiko berjalan bersamaan: berkas yang berpindah ke server asing, tagihan berulang yang sulit dihentikan, dan pasal pidana yang berlaku bagi yang menyebarkan.
Jawaban singkat
Tidak ada jawaban "aman" atau "tidak aman" yang berlaku untuk semuanya, karena tiga risiko yang berbeda berjalan bersamaan: berkasmu berpindah ke server di negara yang sering tidak disebutkan, uangmu berpindah lewat jalur yang jarang bisa ditarik kembali, dan perbuatannya sendiri bisa masuk pidana kalau menyangkut foto orang lain. Dua yang pertama bisa diperkecil dengan membaca dokumen sebelum membayar; yang ketiga tidak bisa dinegosiasikan.
Halaman ini memisahkan mana yang benar-benar bisa diperiksa dari luar dan mana yang cuma pernyataan sepihak — termasuk beberapa hal yang jujurnya memang tidak bisa dibuktikan siapa pun. Topik lain yang bersinggungan dirangkum di seluruh topik DeepNude di Indonesia dalam satu halaman.
Risiko pertama
Ke mana berkas dan datamu pergi
Begitu gambar dikirim, gambar itu ada di dua tempat: di ponselmu dan di infrastruktur orang lain. Bagian kedua yang menentukan seluruh risikonya.
Perhitungan gambar menuntut kartu grafis kelas server, jadi hampir semua layanan memprosesnya di pusat data — sering di yurisdiksi yang tidak mereka sebutkan. Hukum Indonesia sebenarnya mengatur perpindahan itu: Pasal 56 UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mensyaratkan negara tujuan punya tingkat pelindungan yang setara atau lebih tinggi, atau adanya pelindungan yang mengikat, atau persetujuan dari pemilik datanya. Ketentuan itu berguna kalau pengendali datanya bisa disebut namanya — dan di kategori ini justru nama itulah yang paling sering hilang.
Perbedaan antar layanan terlihat begitu dokumennya dibaca berdampingan. Ada yang menyebut badan hukum operatornya lengkap dengan yurisdiksinya; ada yang sama sekali tidak mencantumkan badan hukum di dokumen mana pun; ada pula yang dokumennya saling bertabrakan, misalnya satu halaman menyatakan berkas tidak pernah disimpan sementara halaman lain menyebut hasil bertahan 72 jam. Ketidakcocokan seperti itu bukan detail kecil: itu satu-satunya janji yang mereka berikan soal berkasmu.
Yang berpindah juga lebih banyak daripada gambarnya saja. Berkas foto membawa data tambahan di dalamnya — model perangkat, tanggal pengambilan, kadang koordinat lokasi — dan permintaan yang mengantarkannya membawa alamat IP serta jejak peramban. Sebagian layanan membersihkan data itu, sebagian menyimpannya apa adanya, dan hampir tidak ada yang menjelaskan mana yang mereka lakukan. Menghapus riwayat di akunmu tidak menyentuh salinan yang sudah ada di sisi mereka.
| Pertanyaan | Cara memeriksanya dari luar | Yang tetap tidak terlihat |
|---|---|---|
| Siapa yang mengoperasikan | Cari nama badan hukum di syarat layanan dan kebijakan privasinya; sebagian menulisnya, sebagian tidak sama sekali. | Siapa pemilik sebenarnya kalau yang tercantum hanya perusahaan cangkang. |
| Berapa lama berkas disimpan | Bandingkan semua halaman yang menyebut jangka simpan; kalau angkanya berbeda-beda, itu sudah jawabannya. | Apakah angka yang tertulis benar-benar dijalankan di server. |
| Berapa biayanya | Lihat apakah tarif lengkap tampil sebelum pendaftaran atau baru muncul setelah akun dibuat. | Biaya tambahan yang hanya muncul di layar pembayaran. |
| Apakah hasilnya dipakai ulang | Cari klausul lisensi atas materi yang kamu kirim di syarat layanannya. | Ke mana salinan pergi setelah diserahkan ke pihak ketiga. |
Kolom ketiga sengaja ditulis sejujur itu. Tidak ada cara memverifikasi penghapusan data dari luar: yang bisa diperiksa hanyalah apa yang mereka janjikan dan apakah janji itu konsisten dengan dirinya sendiri. Siapa saja yang memakai label serupa dan seberapa terbuka dokumen mereka dibandingkan di layanan apa saja yang memakai label DeepNude AI.
Standar yang sama juga berlaku untuk media ini: data yang kami proses dan yang tidak kami proses ditulis di data apa yang kami proses.
Risiko kedua
Lima cara uang menghilang di kategori ini
Kerugian jarang datang dari satu tagihan besar. Biasanya dari tagihan kecil yang berulang, atau dari pembayaran yang tidak punya jalan pulang.
Pembayaran yang tak bisa ditarik
Sebagian layanan hanya menerima kripto. Transaksinya final begitu dikonfirmasi jaringan: tidak ada penerbit kartu yang menahan dana dan tidak ada sengketa yang bisa diajukan.
Langganan yang memperpanjang diri
Tagihan mingguan atau bulanan yang jalan terus setelah pemakaian pertama. Yang membedakan layanan di sini adalah apakah syaratnya secara tertulis menolak perpanjangan otomatis — beberapa menuliskannya, banyak yang tidak.
Gerbang pembayaran yang tak dikenal
Nama yang muncul di mutasi rekening bukan nama layanan, melainkan perantara asing. Saat mengajukan keberatan ke bank, nama itulah yang harus kamu jelaskan.
Kunci aktivasi yang dijual terpisah
Skema yang khas pada berkas pemasangan: programnya "gratis", tapi layar pertamanya meminta kunci yang dibeli di tempat lain, sering lewat percakapan pribadi tanpa bukti transaksi.
Penjualan final tanpa pengembalian
Klausul "tidak ada pengembalian dana" sah-sah saja dituliskan, dan sebagian layanan memang menuliskannya terang-terangan. Masalahnya muncul saat klausul itu baru terbaca setelah pembayaran.
Beberapa layanan lolos dari pemeriksaan itu dengan cukup baik menurut dokumen mereka sendiri: ada yang memajang tarif per gambar sebelum akun dibuat dan menolak perpanjangan otomatis, ada yang menerima kartu dan menuliskan jendela pengembalian dana empat belas hari. Itu bukan jaminan mutu hasil — itu cuma berarti ada yang bisa kamu tagih kalau janjinya dilanggar.
Di ponsel, kerugiannya jarang berhenti di uang: apa yang sebenarnya dipasang orang ada di apa yang dijual dengan sebutan aplikasi, dan isi paket yang beredar dibongkar di isi berkas APK yang beredar.
Batas kejujuran
Yang bisa dipastikan dan yang tidak
Ulasan yang menjanjikan kepastian di kedua kolom sedang menjual sesuatu. Pembagian yang sebenarnya kira-kira seperti ini.
Bisa diperiksa
- Ada atau tidaknya nama badan hukum dan yurisdiksi di dokumen resmi layanan.
- Apakah tarif lengkap terlihat sebelum pendaftaran atau disembunyikan di balik akun.
- Apakah syarat layanan menolak perpanjangan otomatis secara tertulis.
- Apakah jangka simpan berkas disebut, dan apakah angkanya konsisten di semua halaman.
- Apakah ada alamat kontak yang benar-benar menerima keluhan.
Tidak bisa diperiksa
- Apakah berkas benar-benar dihapus pada waktu yang mereka sebutkan.
- Siapa saja yang punya akses ke antrean pemrosesan di sisi mereka.
- Apakah hasil dan foto sumber dipakai untuk melatih model berikutnya.
- Di server negara mana berkasmu sebenarnya berhenti.
- Siapa pemilik akhir di balik perusahaan yang namanya tercantum.
Ada satu pemeriksaan yang memindahkan beberapa baris dari kolom kanan ke kolom kiri: menyimpan halaman syarat layanan dan kebijakan privasinya sebelum membayar, lengkap dengan tanggal aksesnya. Dokumen di kategori ini kerap berubah diam-diam, dan salinan yang kamu pegang adalah satu-satunya versi yang bisa kamu tunjukkan kalau isinya nanti berbeda.
Kolom kanan tidak mengecil hanya karena sebuah layanan terlihat rapi. Yang berubah cuma satu: kalau kolom kiri terisi, ada pihak yang bisa dimintai pertanggungjawaban saat janji di kolom itu dilanggar.
Risiko ketiga
Posisinya di hadapan hukum Indonesia
Di sinilah pertanyaan "aman atau tidak" punya jawaban yang tegas, dan jawabannya tidak bergantung pada layanan mana yang dipakai.
Kekerasan seksual berbasis elektronik
Pasal 14 UU 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual menjerat perbuatan tanpa hak mengambil gambar atau tangkapan layar bermuatan seksual tanpa persetujuan orang yang menjadi objeknya, serta mentransmisikan materi semacam itu di luar kehendak penerimanya. Ancamannya paling lama empat tahun penjara dan denda paling banyak Rp200 juta.
Perhatikan kata "tanpa persetujuan": unsur itu tidak hilang karena gambarnya dibuat mesin, tidak disebarkan luas, atau disimpan sendiri lalu bocor kemudian. Ketika foto seseorang yang nyata masuk ke dalamnya, persetujuan orang itulah yang menjadi garis pemisah, bukan niat atau skala peredarannya.
Menyebarkan lewat sistem elektronik
Pasal 27 ayat (1) UU 1/2024, perubahan kedua UU ITE, mengatur perbuatan menyiarkan, mendistribusikan, mentransmisikan, atau membuat dapat diaksesnya dokumen elektronik bermuatan melanggar kesusilaan untuk diketahui umum. Meneruskan satu berkas ke satu grup sudah masuk kategori perbuatan itu.
Ketentuan ini berdiri sendiri dari pasal sebelumnya, jadi satu perbuatan bisa disentuh lebih dari satu aturan sekaligus. Itu sebabnya nasihat "hapus saja kalau ada yang protes" tidak menyelesaikan apa pun: yang dinilai adalah perbuatan saat terjadi, bukan keadaan berkas setelahnya.
Undang-undang pornografi
Lapisan ketiga datang dari Pasal 4 UU 44/2008 tentang Pornografi, yang melarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menyebarluaskan, menawarkan, memperjualbelikan, sampai menyediakan materi yang memuat ketelanjangan atau kesan telanjang. Rumusannya luas dan tidak bergantung pada cara materi itu dibuat.
Untuk pengguna biasa, konsekuensi praktisnya satu: tidak ada celah "hanya memakai layanan, bukan membuat". Perintah yang menghasilkan materinya datang dari sisimu, dan hasilnya tersimpan di perangkat yang kamu pegang.
Data pribadi milik orang di foto
Wajah adalah data pribadi, dan orang di dalam foto punya hak atas data itu meskipun bukan dia yang mengirimkannya. Saat foto dikirim ke layanan asing, yang berpindah ke luar negeri bukan hanya berkasmu, melainkan data orang lain yang tidak pernah dimintai persetujuan.
Di titik itu dua kewajiban bertabrakan: pengendali data seharusnya punya dasar yang sah untuk memproses, sedangkan layanan yang tidak menyebut badan hukumnya jelas tidak berdiri di posisi yang bisa dituntut. Asal-usul teknologinya, yang bisa dibaca di asal-usul program tahun 2019, sama sekali tidak mengubah kewajiban ini.
Kalau kamu yang jadi korban
Jumlah aduannya bukan kasus langka. Komnas Perempuan mencatat 376.529 kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan sepanjang satu tahun, naik 14,07 persen dari tahun sebelumnya, dan menyebut pelaporan kekerasan seksual termasuk yang berbasis elektronik ikut meningkat di dalamnya.
Dua langkah berjalan terpisah dan sebaiknya dimulai bersamaan: mengamankan bukti berupa tautan, tangkapan layar, dan waktu kejadian; lalu menempuh jalur pelaporan. Urutan lengkapnya, termasuk ke mana permintaan penurunan konten dialamatkan, ada di jalur pelaporan resmi di Indonesia.
Server di luar negeri bukan perisai
Letak server menentukan siapa yang memegang berkasmu, bukan hukum mana yang berlaku atas perbuatanmu. Kamu berada di Indonesia, perbuatannya terjadi dari sini, dan pasal-pasal di atas tidak mensyaratkan mesinnya berdiri di dalam negeri.
Yang memang berubah karena letak server adalah peluang memulihkan keadaan: makin jauh dan makin anonim operatornya, makin kecil kemungkinan berkas benar-benar dihapus dan uang benar-benar kembali. Jadi yurisdiksi asing memperburuk posisimu di dua sisi sekaligus, bukan melindunginya.
Pertanyaan yang sering masuk
Soal keamanan, uang, dan hukum
Dijawab dengan yang bisa ditunjuk: bunyi pasal, dokumen layanan, dan data resmi. Di mana tidak ada dasarnya, itu juga disebutkan.
Apakah memakai layanan seperti ini melanggar hukum di Indonesia?
Begitu menyangkut foto orang nyata tanpa persetujuannya, ya: UU 12/2022, UU ITE hasil perubahan 2024, dan UU 44/2008 sama-sama bisa menyentuh perbuatan itu, dari pembuatan sampai penyebarannya.
Bisakah aku memastikan fotoku benar-benar dihapus?
Tidak. Dari luar, yang bisa diperiksa hanya apa yang mereka janjikan dan apakah janji itu konsisten antar halaman. Tidak ada cara memverifikasi penghapusan di server pihak lain.
Layanan yang meminta kripto lebih berisiko?
Untuk uangmu, ya. Pembayaran kripto final begitu dikonfirmasi jaringan, sementara kartu menempatkan bank sebagai pihak yang bisa menahan atau menyengketakan tagihan.
Bagaimana mengenali langganan yang jalan terus?
Cari kata "perpanjangan otomatis" di syarat layanannya sebelum membayar, dan periksa apakah harga yang tampil adalah harga per periode. Kalau dokumennya tidak menyebut apa pun soal itu, anggap tagihannya berulang.
Apakah pemindaian antivirus cukup untuk berkas yang diunduh?
Membantu, tapi tidak cukup. Pemindaian mengenali yang sudah terdaftar, sedangkan paket semacam ini dikompilasi ulang justru agar tidak terdaftar. Sebagian besar kerugiannya juga muncul setelah pemasangan, dari izin yang diberikan.
Kalau gambarku sudah dibuat orang lain, apa yang pertama dilakukan?
Simpan buktinya dulu: tautan, tangkapan layar, nama akun, dan waktu. Setelah itu tempuh pelaporan dan permintaan penurunan konten secara paralel, karena keduanya berjalan di jalur yang berbeda.
Apakah redaksi ini menguji layanan yang disebut?
Tidak. Di sini tidak ada gambar yang diproses dan tidak ada akun berbayar yang dibuka. Yang dicatat hanya apa yang tertulis di dokumen resmi masing-masing layanan, beserta tempat dokumen itu bertentangan dengan dirinya sendiri.