Penghapusan konten: cara menuntut penurunan gambar intim tanpa izin
Sebelum apa pun
Situs ini tidak menyimpan gambar: tidak menerimanya, tidak menerbitkannya, dan tidak punya akses ke server tempat gambar yang kamu cemaskan berada, jadi dari sini ia tidak bisa diturunkan. Yang benar-benar bekerja ada lima jalur: menuntut ke layanan sumbernya, melapor di platform tempat ia beredar, mengeluarkan alamatnya dari mesin telusur, mendaftarkan sidik jari berkasnya, dan menempuh jalur hukum di Indonesia.
Kelimanya berdiri sendiri dan bisa dibuka pada hari yang sama, tetapi ada langkah nol sebelumnya: mendokumentasikan. Simpan buktinya walau kamu baru berniat melapor, sebab laporan yang berhasil menghapus unggahannya sekaligus menghapus bukti itu. Kalau kamu datang dari layanan yang memakai nama DeepNude hari ini, halaman ini kelanjutan praktisnya.
Langkah nol
Dokumentasikan dulu, lapor kemudian
Laporan yang dikabulkan menghapus buktimu. Simpan sebelum itu terjadi.
Alamat yang lengkap
Alamat persis tiap unggahan, bukan alamat profilnya, satu per baris. Itulah yang diminta platform, mesin telusur, dan penyidik.
Tangkapan layar bertanggal
Layar penuh, dengan bilah alamat dan jam terlihat. Tetap berguna meski kontennya menghilang kemudian.
Siapa dan kapan
Nama pengguna, nomor, atau kanal yang menyebarkan, dan tanggal kamu melihatnya. Simpan pula pesan ancaman atau pemerasan kalau ada.
Lima jalur
Kepada siapa menuntut, dengan urutan apa
Layanan sumbernya
Kalau gambarnya ada di sebuah situs dengan alamat yang diketahui, tuntutan ditujukan kepada yang mengoperasikannya: halaman ketentuan biasanya memuat alamat surel penyalahgunaan. Minta berkas dan seluruh salinannya dihapus, sebutkan alamat persisnya, dan beri tenggat. Pada operator tanpa nama dan tanpa badan hukum, jalur ini memang jarang dijawab — alasannya dirinci di aman atau tidaknya layanan semacam ini.
Isi suratnya empat baris: bahwa kamu adalah orang yang tampak dalam materi itu; bahwa kamu tidak pernah memberi persetujuan untuk penerbitannya; daftar alamat persisnya, satu per baris; dan permintaan yang konkret, yaitu menghapus berkas, gambar kecilnya, dan salinan di tembolok, dengan batas waktu, misalnya lima hari. Gambarnya sendiri tidak dilampirkan. Simpan surat terkirim beserta tanggalnya: kebisuan pun adalah bukti.
Kalau ditolak atau tidak dijawab, masih ada satu anak tangga lagi: penyedia hosting yang menampung domain itu dan registrar tempat domainnya didaftarkan. Keduanya punya aturan sendiri terhadap materi intim tanpa persetujuan dan alamat penyalahgunaan yang diumumkan. Surat kepada mereka memuat daftar alamat yang sama ditambah salinan tuntutan yang tidak dijawab, dan berkas korespondensi itulah yang nanti menopang laporan pidana.
Platform tempat ia beredar
Media sosial dan aplikasi perpesanan punya kategori tersendiri untuk materi intim tanpa persetujuan, dan kategori itulah yang harus dipilih: laporan dengan alasan "ketelanjangan" ditangani lebih lambat dan kadang ditolak. Laporkan tiap unggahan terpisah, lalu akun atau kanalnya sekaligus, seperti yang dijelaskan di bot yang beroperasi di Telegram.
Di dalam formulirnya, tiga hal mengubah hasil: tandai bahwa orang di dalam gambar adalah kamu, nyatakan bahwa materi itu disebarkan tanpa persetujuanmu, dan bila sesuai, sebutkan bahwa gambarnya dibuat atau disunting dengan kecerdasan buatan — kebijakan terhadap materi seksual sintetis umumnya lebih ketat daripada kebijakan ketelanjangan biasa. Catat nomor tanda terima yang dikembalikan tiap laporan; tanpa itu tidak ada cara mendesak ulang perkara yang sama.
Kalau ditolak, ajukan lagi lewat formulir di peramban, bukan dari dalam aplikasi: alurnya sering berbeda dan yang di peramban memberi ruang menjelaskan duduk perkaranya. Penolakan juga tidak menutup apa pun, sebab empat jalur lain berjalan sejajar dan tidak bergantung pada jawaban itu.
Mesin telusur
Meski halamannya masih berdiri, alamatnya bisa dikeluarkan dari hasil pencarian. Google menerima permintaan penghapusan gambar intim tanpa persetujuan dan, secara tegas, materi seksual palsu yang dibuat lewat penyuntingan atau kecerdasan buatan: panduan Google tentang menghapus konten seksual pribadi dari Penelusuran. Ini tidak menghapus aslinya, tetapi memutus jalur yang dipakai hampir semua orang untuk menemukannya.
Formulirnya meminta alamat persis tiap halaman dan tiap gambar — bukan alamat profil atau alamat situsnya — serta tangkapan layar yang membantu menemukan kontennya; tangkapan layar itu boleh kamu sunting sehingga hanya wajahmu yang terlihat. Pilih kategori yang menyatakan materinya palsu atau dibuat dengan kecerdasan buatan, sejauh kamu bisa dikenali di dalamnya dan materinya disebarkan tanpa persetujuanmu. Jawabannya datang lewat surel.
Dua batas yang perlu disadari. Pertama, mengeluarkan sebuah alamat dari hasil pencarian tidak menghapus halamannya: ia tetap daring bagi siapa pun yang memegang tautannya. Kedua, kalau kontennya muncul lagi di alamat baru, alamat itu harus diajukan lagi, sebab tiap permintaan diputus atas alamat konkret yang kamu serahkan.
Sidik jari berkas
Ini satu-satunya jalur yang bekerja terhadap salinan yang belum muncul. Perangkatmu menghitung hash — sidik jari berupa deretan angka — dan hanya kode itu yang dikirim: gambarnya tidak berpindah ke mana pun. Platform yang ikut serta membandingkan tiap berkas yang dikirim penggunanya dengan sidik jari tersebut lalu menahan yang cocok.
Kalau saat materi itu diambil kamu sudah dewasa, layanannya StopNCII, yang dijalankan yayasan nirlaba Inggris SWGfL, terbuka dari negara mana pun. Kalau saat itu kamu belum berusia 18 tahun, jalurnya Take It Down dari NCMEC, tersedia dalam bahasa Indonesia, gratis dan tanpa perlu menyebut identitas.
Syarat StopNCII menurut dokumentasinya sendiri: kamu adalah orang yang tampak dalam materi itu, berusia 18 tahun atau lebih sekarang dan juga saat materi itu dibuat, berkasnya masih kamu pegang, dan isinya memperlihatkan ketelanjangan, setengah telanjang, atau aktivitas seksual. Prosesnya: buka situsnya dari perangkat tempat berkas itu berada, pilih berkasnya, biarkan peramban menghitung sidik jarinya, lalu kirimkan kodenya saja. Take It Down bekerja dengan prinsip yang sama dan menyatakan berkasmu tetap berada di perangkatmu.
Dua peringatan praktis sebelum mulai: jangan mengunduh atau meneruskan berkasnya kepada dirimu sendiri "supaya gampang dicari", karena meneruskan justru memperbanyak salinan; dan jangan menghapus aslinya sebelum semua jalur selesai, sebab tanpa berkas itu sidik jarinya tidak bisa dihitung dan laporannya kehilangan penopang.
Jalur hukum di Indonesia
Ada dua pintu, dan keduanya bisa dibuka bersamaan. Pintu pertama bersifat administratif: mengadukan kontennya agar diblokir lewat kanal aduan konten Kementerian Komunikasi dan Digital, seperti diuraikan dalam infografis resmi Komdigi tentang layanan aduan konten. Yang diadukan bisa berupa situs, satu alamat halaman, akun media sosial, aplikasi, maupun perangkat lunak; pelapor membuat akun, melampirkan tautan dan tangkapan layar beserta alasannya, lalu memantau penanganannya. Hasilnya pemutusan akses di Indonesia, bukan penghapusan berkas di server luar negeri — tetapi itu memotong penyebarannya di sini.
Pintu kedua pidana. Merekam, mengambil, atau menyebarkan materi bermuatan seksual seseorang tanpa persetujuannya termasuk kekerasan seksual berbasis elektronik dalam Pasal 14 UU Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, dengan ancaman pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda paling banyak dua ratus juta rupiah; kalau perbuatan itu dipakai untuk memeras atau mengancam, ancamannya naik menjadi paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak tiga ratus juta rupiah. Bahwa gambarnya hasil rekayasa tidak mengeluarkannya dari jangkauan: yang dilindungi adalah tubuh dan martabat orangnya, bukan keaslian berkasnya.
Laporan diajukan ke kepolisian, dan berkas dari langkah nol dibawa serta: identitas, kronologi berurutan — kapan kamu tahu, dari mana, apa yang kamu lakukan sesudahnya — serta daftar alamat dan tangkapan layar, tercetak atau dalam penyimpan lepas. Mintalah secara tegas agar dicatat dalam laporan: perlindungan bila ada ancaman atau pemerasan, dan agar penyidik meminta platform menyimpan serta menyerahkan data pengunggahnya, sebab hanya aparat yang bisa memaksakan itu.
Untuk pendampingan sebelum dan selama proses, ada layanan pengaduan nasional bagi perempuan dan anak korban kekerasan, SAPA, yang bisa dihubungi di nomor 129 dan lewat WhatsApp di 08111-129-129. Kalau kamu diberi tahu bahwa "ini bukan tindak pidana karena gambarnya palsu", minta pernyataan itu dicatat tertulis.
Pertanyaan
Kalau sedang terburu-buru
Bisakah kalian menurunkan gambarnya?
Tidak, dan siapa pun yang tidak menguasai server itu juga tidak bisa. Di sini tidak ada materi milik orang lain yang tersimpan: yang bisa dilakukan adalah menunjukkan kepada siapa harus menuntut dan dengan dokumen apa.
Apakah ada gunanya kalau gambarnya palsu?
Ada. Kebijakan platform dan mesin telusur sudah mencakup materi seksual sintetis, dan hukum di Indonesia menjerat penyebaran tanpa persetujuan tanpa menuntut bahwa adegannya benar-benar terjadi. Saat melapor, sebutkan bahwa materinya hasil rekayasa.
Gambarnya menampilkan anak, apa yang harus saya lakukan?
Prioritasnya berubah: laporkan segera di platform, daftarkan sidik jarinya di Take It Down, dan datangi kepolisian tanpa menunggu jawaban siapa pun. Jangan meneruskan berkasnya kepada siapa pun untuk membuktikan perkaranya, termasuk kepada orang yang sedang menolongmu.
Berapa lama tiap jalur memakan waktu?
Waktunya tidak sebanding satu sama lain: platform biasanya memutus sebuah laporan dalam hitungan jam atau hari, mesin telusur lebih lama karena memeriksa alamat satu per satu, dan proses pidana diukur dalam bulan. Itu sebabnya semuanya dibuka pada hari yang sama, bukan menunggu hasil yang pertama.
Perlukah saya menghubungi orang yang mengunggahnya?
Hampir tidak pernah berguna. Memberitahunya biasanya memicu dua hal: dia menghapus apa yang tadinya menjadi bukti, dan dia menyebarkan materinya sebelum sempat diturunkan. Dokumentasikan dulu, lapor kemudian; kalau ada ancaman, percakapan itu urusan aparat.
Saya diminta uang supaya gambarnya tidak disebar, sebaiknya dibayar?
Jangan. Pembayaran tidak menutup perkara, malah memastikan ada pihak yang bisa menagih lagi. Simpan pesannya, nomor rekening atau dompet digitalnya, dan datanya tanpa membalas, lalu laporkan: pemerasan dijerat terpisah dari penyebarannya.
Saya tidak tahu siapa yang mengunggahnya, bisakah tetap melapor?
Bisa. Laporan diajukan terhadap pelaku yang belum diketahui identitasnya, dan menelusuri siapa di balik sebuah akun adalah pekerjaan penyidik, bukan pekerjaanmu. Yang kamu serahkan adalah alamat, tangkapan layar, dan tanggal dari langkah nol.
Halaman ditinjau pada . Kalau prosedur sebuah lembaga berubah, langkahnya diperbarui di halaman yang sama.